Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Umum. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Tarian kematian "Sniper Baghdad"


Pasca serangan AS ke Iraq yang "gagah berani" itu dilakukan pada tahun 2003, mungkin itu akan menjadi akhir dari kediktatoran kejam Saddam Hussein, namun siapa sangka itu malah menjadi malapetaka buat Iraq selanjutnya, karena pasca Saddam tumbang justru Iraq semakin carut maruk, masuknya Al-Qaeda, Pemberontakan dimana-mana, konflik sektarian antara Sunni/Syiah menjadi tidak terbendung lagi, kemiskinan, bom dimana-mana, sementara tentara AS pun hanya bisa menonton segala kekacauan ini dibalik tembok markas besarnya itu.
 Pada saat masa kritis itulah sekelompok orang yang menamakan dirinya Sniper Baghdad muncul ditengah carut-marut politik Iraq pasca Saddam. mereka yang oleh tentara AS dijuluki dengan Juba, telah menjadi momok menakutkan bagi tentara AS, bagaimana tidak, mereka tidak terlihat, target serangan pun jelas, membuat tentara AS menjadi tidak tenang dan berada dalam ketakutan yang teramat sangat.
"Mereka telah membunuh banyak orang. mereka telah dilatih pada masa Saddam, mereka bisa menembak saya saat sedang berjalan bahkan berlari, mereka bisa menembak saya saat didalam kendaraan, mereka sangat hebat" begitulah salah satu komentar jasa penerjemah yang bekerja untuk AS.
Kata-kata Juba sendiri dibuat oleh AS berdasarkan dari mitos bangsa Afrika yaitu "tarian kematian", sebuah julukan yang akhirnya menjadi paranoia dikalangan tentara AS sendiri.
namun mitos tentang Juba ini sempat dibantah oleh kapten Brendan Hobbs, ia mengatakan "Juba adalah produk dari militer AS, itu hanyalah mitos."

sebuah kata-kata yang akhirnya menjadi mengada-ada karena bukti otentik hasil rekaman yang dibuat oleh Juba kini disebarluaskan di internet. memperlihatkan bahwa Juba memang ada, dan Reall !!!
dalam video itu bagaimana satu tentara AS tengah berada di atas kap Tank baja nya saat seketika kemudian muntahan satu peluru menerjang leher/kepala nya, memuncratkan darah dan tubuhnya tergolak menggelepar seketika, yang kemudian diikuti oleh video-video lainnya.
Apakah sekarang mereka masih eksis ?? menurut laporan bahwa mereka sekarang telah ditangkap dan dibunuh, tapi apapun itu alasannya bahwa pendudukan AS bisa dilawan dengan cara-cara yang unik oleh Iraq.
courtesy : any source

Black September dan Pembantaian Munich

Abu Hassan Salameh mungkin adalah seorang nama yang sangat terkenal pada zamannya sebagai seorang militan kelas wahid, ia adalah kepala operasi "Black September", sebuah kelompok Militan Palestina yang bertanggung jawab terhadap pembunuhan 11 atlet Israel di perkampungan atlet Israel Munich Jerman pada 1972. tepatnya pada tanggal 4 September 1972 untuk melancarakan aksi teror dengan bersandi operasi Berim Ikrit, ia juga adalah seorang instruktur yang telah melatih kelompok RAF, sebuah kelompok berhaluan sosialist di Jerman.

Penculikan atas sebelas atlet Israel ini dilangsungkan saat kesemuanya usai bersuka ria menikmati suatu malam pada 4 September 1972 di tempat peristirahatan mereka. Pukul 04.30 dini hari ketika para olahragawan ini tengah tertidur lelap, Jam 4.00 pagi, 8 anggota Black September memanjat pagar setinggi 1.8 meter di Kusoczinskidamm , hanya 500 meter dari asrama atlet Israel. anggota Black September masuk ke perkampungan atlet Israel dengan bantuan dari atlet Amerika.
Yossef Gutfreund, salah satu atlet Israel kemudian mulai mendengar suara-suara mencurigakan, sampai akhirnya ia berteriak memerintahkan teman-temannya untuk pergi, dua orang berhasil melarikan diri, sementara itu 8 orang lainnya memilih untuk bersembunyi, Seorang atlet angkat berat, Yossef Romano berusaha merebut senjata sang penyelusup, tragisnya ia lalu tertembak dan tewas seketika layaknya nasib Mosche Weinberg, pelatih gulat yang juga tewas saat hendak menyerang anggota penyelusup lainnya dengan pisau buah.

Tuntutan pun dilancarakan setelah mereka berhasil melakukan penyanderaan terhadap sembilan atlet Israel, yaitu tuntutan agar 234 tahanan Palestina dan 2 tahanan RAF, yaitu Andres Baader dan Ulrike Meinhof dibebaskan, namun pemerintahan Israel acuh terhadap tawaran tersebut, kecuali untuk rute aman tujuan Kairo yang disanggupi pihak Jerman.
Operasi penyergapan pun disiapkan oleh pihak Jerman, dengan membuat suatu operasi tipuan. delapan anggota Black September dan delapan tawanan di bawa dengan bus Volkswagen ke Bandara Furstenfeldbruck menuju Jet 727 yang menunggu. pemerintah Jerman hendak menjebak komplotan tersebut di Bandara Furstenfeldbruck. Di bandara inilah komplotan tersebut minta disiapkan sebuah pesawat yang akan menerbangkan mereka ke Kairo, Mesir. sebuah jet yang telah disamarkan dengan berisi 6 polisi yang menyamar sebagai pilot dan crew pesawat pun disiapkan, para penembak jitu pun disiagakan, namun dua anggota kepolisian tersebut bersikap bodoh dan bertindak gegabah sehingga terjadilah serangkaian baku tembak antara polisi federal Jerman dan kelompok Black September yang juga melibatkan serangan kacau balau dari para penembak jitu.

Drama penyanderaan 21 jam itu berakhir dengan peledakan helikopter hingga mengkibatkan kematian semua sandera. Sebelas atlet Israel, tiga anggota Black September dan seorang polisi Jerman Barat tewas.
Adapun statemen dari Ulrike Meinhof(RAF-Red Army Faction) yang merupakan mantan anak didik dari Abu Hasan Salameh dalam mengomentari tragedi berdarah tersebut adalah sebagai berikut :

                                                          (Ulrike Meinhof)

"Tindakan dari Black September di Munich menuju strategi dari perlawanan Anti-Imperialis"

(wikipedia.com, majalah Angkasa edisi Spionase & Intelijen, RAF:Baader Meinhoff)

Selasa, 27 September 2011

Sejarah Zippo, Sang Korek Legendaris

Penjualan salah satu korek api ”tahan angin” asal Amerika, Zippo, mampu menjaring pasar di sedikitnya 120 negara. Penjualan ini dirintis sejak tahun 1930-an. Alhasil, tidaklah berlebihan jika seolah-olah merek dagang Zippo menjadi salah satu trademark kualitas dan kerajinan tangan Amerika.



George G. BlaisdellBahkan saking terkenalnya, dalam percakapan di antara perokok tidak jarang mereka menyebutkan korek api lainnya dengan istilah Zippo, padahal belum tentu merek yang dimaksud adalah Zippo. Inilah keunikan dari Zippo dengan slogannya sejak dahulu kala ”Windproof Lighter.”

Para kolektor-kolektor Zippo pun bermunculan di seluruh dunia. Hal ini akibat ketertarikannya pada setiap seri yang keluar. Tuntutan pasar tersebut pun mendorong orang-orang untuk membuka toko menjual barang yang satu ini.

Belum lagi kalau ada beberapa merek besar produk lainnya yang menjadikan Zippo sebagai salah satu pelengkap aksesorisnya. Ini terjadi misalnya pada Harley Davidson dan Marlboro. Karena adanya kerja sama, maka mereka bebas meletakkan logo perusahaan masing-masing di bagian permukaan yang terlihat jelas dengan mata.

Sejarah Perkembangan Zippo
Pabrik Zippo didirikan pada tahun 1932 oleh George G. Blaisdell. Ia mulai membangun korek api gas tersebut sejak akhir 1932. Dan koleksi pertama yang berhasil diluncurkannya yaitu pada sekitar bulan Januari dan Februari 1933. Produk mula-mula dipajang di Zippo/Case Visitor Center dengan catatan kecil tulisan tangan Mr. Blaisdell. Inovasi-inovasi dari Zippo berawal dari tahun didirikannya.

Ketika Zippo pertama kali dikeluarkan, bentuknya memang sudah empat persegi. Tapi bentuk sudutnya benar-benar kotak. Sedangkan kini, hampir semuanya, sedikit melengkung pada bagian pinggirnya. Sehingga penampilannya pun tidak kaku malah kelihatan lebih manis. Lalu, bagian luarnya dibuat dari tabung braso kotak yang dicet atau dilapisi krom. Sementara, engsel antara bagian penutup atas dan tabung bawah ada di bagian luar.

Engsel baru berpindah ke bagian dalam, pada tahun 1936. Dan setiap tahun, dekorasi serta perkembangan terjadi di sana-sini. Sampai akhirnya pada tahun 1935, merupakan titik penting bagi pemasaran Zippo. Pasalnya, tahun tersebut dimulailah suatu iklan khusus untuk produk yang satu ini.

Lalu pada tahun 1939, lapisan luar Zippo yang mengandung emas 14 karat diperkenalkan kepada publik. Namun, ketika Perang Dunia II berlangsung, keadaan begitu terjepit. Sehingga braso dan krom pun menjadi sulit ditemukan. Alhasil, bahan dari bajalah yang dijadikan pilihan. Kemudian, warna cat yang dipilih ketika itu yaitu warna hitam.

Pendistribusian barang ritel yang satu ini ditujukan pada toko-toko di kalangan militer. Akhirnya, fungsi dari korek api gas yang satu ini begitu populer di kalangan militer ketika Perang Dunia II berlangsung. Seorang wartawan legendaris Ernie Pyle menuliskan bahwa korek api Zippo menjadi suatu tuntutan di medan perang dan itu merupakan hal yang paling dirindukan oleh kalangan tentara.

Hampir setiap saat, Zippo mengeluarkan desain-desain yang baru. Baik itu dari jenis bahannya pada bagian tabung maupun permainan warna yang ditampilkan. Kalau sebelumnya, bahan-bahan besi yang ditampilkan maka pada tahun 1950, Zippo mencoba hal baru lagi. Pembungkus dari kulit hadir di tengah-tengah penggemarnya. Dan pilihan warnanya pun variasi.Ada yang merah, biru, hijau, warna kulit sapi dan lainnya.

Ciri lain selama tahun 1950an, jenis Zippo keluar dengan bentuknya yang sedikit ramping. Sementara pada tahun 1960an, jenis lapisan emas 14 karat yang ramping pun dikeluarkan. Dan pada tahun 1969, ketika awak astronot dari NASA berhasil mendarat di bulan, maka edisi yang berhubungan dengan angkasa luar ini pun berkembang pesat.



Yang jelas, setiap periodenya Zippo tidak berhenti untuk selalu mendesain tampilan-tampilan unik. Sehingga, orang pun tidak bosan, malah menjadi semakin gemar untuk mengoleksinya. Padahal, belum tentu sang kolektor Zippo adalah dari kalangan perokok.



Desain-desain yang berhubungan dengan tim suatu cabang olahraga pun mulai bermunculan. Bahkan lambang-lambang dan nuansa-nuansa dari suatu organisasi-organisai politik pun dibuat desainnya pada beberapa edisi Zippo.

Semua desain ini bermunculan tanpa mengubah bentuk dasar Zippo. Korek api terdiri dari dua bagian dengan engsel yang ketika dibuka akan berdenting keras. Desain dasar ini yang menjadikan Zippo salah satu rancangan yang dikatakan bersifat abadi. Zaman apa pun boleh datang, tetapi bentuk dan denting Zippo tetap akan sama.

Desain seperti ini jarang sekali ada. Yang mendekati adalah VW Beetle atau di Indonesia dikenal dengan Kodok. Namun ketika VW mengeluarkan desain tahun 2000nya, maka keabadian bentuk VW terkompromi. Lain dengan Zippo yang masih bertahan.

Pelapis Baru dari Bubuk
Kini di era milenium baru, ada suatu langkah agresif yang diambil pihak Zippo. Mengingat banyaknya pemalsuan sana-sini, maka Zippo menggunakan suatu bahan bubuk yang dapat berguna sebagai indikator barang asli dan palsu. Ini tertera pada bagian bawah yang bertuliskan kode-kode edisi tersebut.

Kode yang tertera menunjukkan tanggal, logo Zippo, dan tempat pembuatan yaitu USA. Tapi, justru ini tertulis agak samar-samar. Desainer Zippo, Mr. Blaisdell, memberikan kode tertentu pula berupa titik atau garis miring. Ini berguna ketika Zippo tersebut perlu direparasi jika ada kerusakan. Oleh karenanya, setiap edisi pada Zippo pasti memiliki tanda bulan bahkan tahun dibuatnya. Indikator nama-nama bulan diwakili dengan alfabet dari huruf A hingga L. Sementara untuk tahun dilambangkan dengan huruf romawi. Tanda-tanda tersebut di atas berlaku mulai 1 Juli1986.

Sebelumnya, pada awal-awal pembuatan Zippo, keterangan yang ditulis menggunakan kata Patent yang disertai tujuh digit angka. Setelah itu, dari tahun 1957-1986, ada beberapa lambang seperti titik dan garis miring pada bagian bawah Zippo. Tentunya, ini berubah seiring dengan perkembangan zaman untuk suatu kemudahan.

Kemudian proses penempelan bubuk itu menggunakan proses elektrostatik yang kemudian tahun 2003 di hilangkan bagian bawahnya menggunakan laser agar terlihat angka/simbol2 yang memperlihatkan keaslian dan tahun produksi tiap Zippo. Menurut sebuah pemberitaan pers, barang yang baru ini diperkenalkan pada awal musim semi di Amerika. Sementara, warna yang tersedia ada merah dan hijau namun warnanya cenderung redup tidak berkilau. Pada akhir tahun 2003, proses tersebut akan diberlakukan pada semua jenis yang berlapis bubuk. Tujuannya yaitu agar keaslian Zippo yang dibuat di kota Bradford Pensylvania itu benar-benar terbukti.

Dengan inovasi-inovasi dan desain yang unik, nama merek dagang Zippo masih berada di permukaan pada kalangan ritel korek api. Harganya yang variatif untuk sebuah korek api dan banyak orang tetap membelinya. Menariknya, tidak sedikit pula kelompok orang-orang yang mengoleksinya. Hal ini ditunjukkan dengan berbagai klub Zippo yang ada di tengah-tengah masyarakat di seluruh dunia. Ternyata, Zippo memiliki nilai sejarah juga yang tidak mudah dilupakan.

Senin, 19 September 2011

Gil Eanes, Pelaut Pembuka Batas Tak Terlihat

Nama Gil Eannes mengingatkan kita pada merk alat rumah tangga; juga adalah bahwa dari tempat yang terkait dengan penjelajah Portugis, Cape Bojador. Eannes juga tidak benar-benar menemukan tanjung ini: tempat itu telah diketahui selama bertahun-tahun.


Untuk penjelajah waktu Eannes's, Bojador mewakili sebuah penghalang unbreachable, titik yang tidak kembali, dan itu adalah pencapaian pahlawan ini enggan untuk lulus bahwa batas tak terlihat, tahun 1434.
 
Dengan demikian, dia membuka wilayah baru, tidak hanya di darat tetapi di dalam pikiran, dan dengan demikian dimungkinkan zaman keemasan eksplorasi Portugis, dengan segala kemuliaan dan kengerian.

Pada saat itu kebijaksanaan konvensional menyatakan bahwa Matahari paling panas di khatulistiwa. Jadi, bahkan jika sebuah kapal bisa melewati Cape Bojador, Matahari khatulistiwa akhirnya akan membakarnya menjadi bubuk.

Selanjutnya, kapal entah bagaimana berhasil melewati semua bahaya lainnya, awak akan paling karena bertemu monster yang tak terkatakan di wilayah sub-khatulistiwa yang dikenal sebagai Antipodes.

Dengan memiliki keberanian untuk mempertaruhkan nyawanya (akibatnya membuka dunia baru,) Eanes secara menjadi pelopor pada penjelajahan bangsa-bangsa eropa untuk masa - masa selanjutnya. Dia, juga akan disalahkan karena akan menjadi pelopor perkembangan masa - masa perbudakan di eropa.

George de La Tour, Maestro Lukis Yang Dilupakan

Georges de La Tour (13 Maret 1593,Vic-sur-Seille, Moselle - 30 Januari 1652,Luneville) adalah seorang pelukis, yang menghabiskan sebagian besar hidupnya bekerja di Kadipaten Lorraine, (yang diserap ke Prancis antara 1641 dan 1648), selama hidupnya.
 
Ia melukis adegan kebanyakan agama diterangi oleh cahaya lilin. setelah berabad-abad ketidakjelasan anumerta, selama abad 20, ia menjadi salah satu yang paling sangat dihormati oleh seniman Baroque di Perancis abad ke-17.

Dalam hidupnya ia dikenal sebagai Pelukis untuk Raja (Perancis), dan dianggap sebagai salah satu seniman terbesar. Sangat sedikit dari karyanya bertahan dan alasan ketidakjelasannya tidak diketahui, namun berkat upaya Hermann Voss, seorang sarjana Jerman, pada tahun 1915 karyanya ditemukan kembali.

Rahasia Kereta Bawah Tanah Pertama Amerika

Pada tahun 1904, sistem kereta bawah tanah modern New York secara resmi dibuka dan mengubah kota selamanya. Tapi apa yang kebanyakan orang tidak tahu adalah bahwa itu bukan kereta bawah tanah pertama.

Karena kemacetan yang mengerikan di Broadway, Alfred Ely Beach (pemilik muda dari majalah Scientific muda Amerika) disebut yang mempunyai ide - untuk membangun kereta api bawah tanah, yang menggunakan kipas raksasa untuk mendorong dan menyedot railcar mundur dan maju melalui terowongan.

Karena korupsi komisaris pekerjaan umum, William Tweed, Beach harus mendapatkan persetujuan untuk membangun terowongan itu dengan berpura-pura itu menjadi sebuah sistem pengiriman surat. Tweed (penghasilan yang sebagian besar berasal dari angkutan kota) tidak memveto permintaan.
Beach dan sekelompok kecil orang mulai menggali terowongan di bawah Broadway dalam gelap malam. Seluruh perusahaan dirahasiakan, sebagai kotoran tersembunyi di ruang bawah tanah sebuah gedung dibeli Beach untuk tujuan itu.Pekerjaan berjalan dengan baik, tapi sesaat sebelum mereka bisa menyelesaikan baris pertama mereka mendapat angin dan didukung publik.
Beach tim bekerja ekstra keras untuk menyelesaikan kereta bawah tanah, dan dengan gaya yang mewah mereka membuka untuk umum kereta api bawah tanah pada tanggal 1 Maret 1870. Dia memungut dua puluh lima sen per penumpang untuk perjalanan dari Warren Street ke Murray Street. Ini adalah sukses besar - membawa lebih dari 400.000 penumpang pada tahun pertama beroperasi.
Sayangnya Tweed sangat marah dan memveto ekstensi masa depan kereta bawah tanah. Tweed akhirnya dipenjara karena korupsi, dan izin diberikan untuk Beach untuk melanjutkan pekerjaan memperluas kereta bawah tanah, tapi sayangnya investor pribadi cepat menghilang, karena awal dari krisis ekonomi.
The subway was not completed and remained hidden under the city completely sealed up (complete with the luxury car and machinery) until it was subsumed into the present City Hall Station.
kereta bawah tanah itu tidak diselesaikan dan tetap tersembunyi di bawah kota benar-benar tertutup (lengkap dengan mobil mewah dan mesin) sampai ia dimasukkan ke City Hall Station sekarang.

House of Wisdom, Rumah Pengetahuan Yang Hilang

Rumah Kebijaksanaan adalah perpustakaan dan terjemahan lembaga di Abbassid-era Baghdad, Irak. Itu adalah institusi kunci dalam Gerakan penTerjemahan, dan dianggap telah menjadi pusat intelektual utama dari Zaman Keemasan Islam.

Rumah merupakan pusat tak tertandingi untuk studi Kemanusiaan dan bagi ilmu pengetahuan Islam, termasuk matematika Islam, astronomi Islam, kedokteran Islam, alkimia Islam dan kimia, zoologi dan geografi Islam.

Menjabarkan naskah Persia, India dan Yunani termasuk Pythagoras, Plato, Aristoteles, Hippocrates, Euclid, Plotinus, Galen, Sushruta, Charaka, Aryabhata dan-Brahmagupta para ulama mengakumulasi kumpulan pengetahuan yang terbesar di dunia, dan dibangun melalui penemuan mereka.

Seiring dengan semua perpustakaan lainnya di Baghdad, Rumah Kebijaksanaan dihancurkan selama invasi Mongol di Baghdad, pada tahun 1258. Dikatakan bahwa perairan Sungai Tigris menjadi hitam selama enam bulan karena tinta dari sejumlah besar buku yang dilemparkan ke dalam sungai.

Jumlah pengetahuan yang hilang tahun itu tidak dapat digambarkan. Hal ini bahkan lebih mengejutkan karena kebanyakan orang lebih tahu dengan penghancuran perpustakaan Alexandria, tapi sedikit yang tahu tentang hilangnya Rumah Ilmu Pengetahuan Terbesar di baghdad untuk era itu.

San Francisco Pernah Hancur

Pada tanggal 17 April 1906, masyarakat San Francisco pergi tidur seperti biasa. Kota ini adalah sarang ramai kehidupan, sebuah metropolis yang berkembang hampir 60 tahun yang sudah menjadi dikenal untuk gaya yang penuh warna,rumah-rumah megah, hotel megah dan mekar seni. Sedikit orang kota tahu atas pensiun untuk malam itu, tepat sebelum fajar, kehidupan mereka - dan kota mereka - akan berubah selamanya.
 
Pukul 5:12 pagi keesokan harinya, kejutan mengejukan singkat menghantam kota. Pintu dan jendela mengguncang dalam bingkai mereka dan plester longgar runtuh dari dinding. Tapi, ini adalah rasa hanya hal-hal yang akan datang, untuk setengah menit setelah gempa awal, Gempa sebenarnya terjadi. Dengan pusat gempa hanya tiga mil dari San Francisco , kota ini memang terpukul.
Energi apokaliptik gerakan tektonik akan membuat sebagian orang berpikir Armageddon telah datang dan bahwa akhir dunia sudah dekat. Bagi banyak jiwa-jiwa malang ini benar, untuk kekuatan brutal gempa adalah untuk mengakhiri banyak nyawa. Pergolakan seismik kolosal akan berlangsung hampir satu menit, tetapi kerusakan itu tempa akan dianggap sebagai salah satu bencana alam terburuk dalam sejarah Amerika Serikat.

Bangunan bergetar dan jatuh, mendepak batu bata di segala penjuru. Retakan besar muncul di jalan aspal mulus sebelumnya. Orang, gerobak dan hewan menghilang ke jurang besar yang tiba-tiba dibuka pada tanah di bawah mereka.Cerobong tumbang seperti pohon ditebang. Deretan bangunan runtuh seperti rumah dari kartu terjebak dalam draft mendadak. Itu semua terjadi begitu cepat bahwa beberapa orang tewas saat masih di tempat tidur mereka. Seluruh kota diguncang oleh kekuatan besar gempa yang bisa telah terdaftar setinggi 8,25 pada Skala Richter.
P. Barrett, saksi mata :
" Kami tidak bisa sampai ke kaki kami. Bangunan besar yang runtuh seperti yang sudah menghancurkan biskuit di tangan seseorang. Di depan saya hancur cornice sebesar pria seakan sebuah belatung."

Gempa itu begitu kuat sehingga terasa jauh seperti Oregon selatan, LosAngeles dan sejauh pedalaman sebagai pusat Nevada..

Seorang petugas malam yang tidak di ketahui namanya menggambarkan keberuntungannya lolos dari Valencia Street Hotel dimana ia bekerja:

"Hotel ini meluncur ke depan seolah-olah yayasan diseret mundur dari bawah, dan kusut ke bawah Valencia Street Itu. tidak jatuh berkeping-keping dan menyemprot sendiri di mana-mana, namun meneropong ke bawah pada dirinya sendiri seperti sebuah concertina."

Dikatakan bahwa orang-orang beruntung yang menyewa kamar di lantai empat hanya melangkah keluar ke jalan, sementara mereka yang tinggal di lantaibawah hancur. Seratus orang mungkin telah meninggal, hancur di tengah reruntuhan.

G.A. Raymond terbangun oleh gempa. Ia lari kamarnya di Hotel Istana dan berkomentar apa yang ia lihat di luar:

"Di luar saya menyaksikan pemandangan dimana saya tidak ingin melihat lagi. Saat itufajar dan ringan. Aku mendongak. Udara dipenuhi dengan batu jatuh. Orang-orang di sekitar saya hancur mati di semua sisi. Di sekeliling bangunan besar gemetar dan melambaikan tangan. Setiap saat ada laporan seperti 100 meriam pergi pada satu waktu. Kemudian aliran api akan menembak keluar, dan laporan lain mengikuti.

" Saya bertanya kepada seorang pria berdiri di sampingku apa yang terjadi.Sebelum dia bisa menjawab seribu batu bata jatuh pada dirinya dan ia terbunuh. Seorang wanita memeluk leher saya. Aku mendorongnya pergi dan melarikan diri. Semua sekitar saya bangunan goyang dan api menembak. Saat aku berlari orang-orang di semua sisi menangis, berdoa dan meminta bantuan. Saya pikir akhir dunia telah datang. Di tempat-tempat jalan-jalan sudah retak dan terbuka.

Jurang diperluas ke segala arah. Aku melihat melaju ternak, liar dengan ketakutan. Aku berjongkok di samping sebuah bangunan bergoyang. Ketika mereka datang dekat mereka menghilang, sepertinya putus ke dalam bumi. Ketika yang terakhir sudah pergi saya pergi lebih dekat dan menemukan bahwa mereka memang telah diendapkan ke dalam bumi, celah lebar yang menelan mereka. Aku gila dengan rasa takut danpemandangan mengerikan."

Pebisnis Jerome B. Clark menggambarkan pembantaian dan pergolakan:
“Dalam setiap arah dari api feri bangunan yang mendidih, dan ketika aku berdiri di sana, sebuah bangunan lima lantai setengah blok jauhnya jatuh dengan kecelakaan, dan api menyapu jelas di Market Street dan menangkap sebuah bangunan tahan api yang baru-baru ini didirikan. Jalan-jalan di tempat tenggelam tiga atau empat meter, di lain gundukan yang besar telah muncul empat atau lima meter tingginya.

Mobil trek jalan itu bengkok dan terpelintir keluar dari bentuk. Kabel listrik berbaring di segala arah. Jalan-jalan di semua sisi dipenuhi dengan batu bata dan adukan semen, bangunan baik benar-benar runtuh atau front bata baru saja turun benar-benar off.

Wagon dengan memasang kuda mereka, driver dan semua, tergeletak di jalanan, semua mati, dipukul dan dibunuh oleh batu bata jatuh, kereta ini kebanyakan dari dealer menghasilkan,yang melakukan sebagian besar pekerjaan mereka pada saat itu jam pagi .Gudang dan rumah-rumah grosir besar dari semua deskripsi baik bawah, atau dinding menggembung, atau memutar, bangunan pindah tubuh dua atau tiga kaki keluar dari barisan dan masih berdiri dengan dinding semua retak.”

Seolah-olah kerusakan tektonik tidak cukup, situasi segera diperparah dengan pecahnya kebakaran mengamuk. Pipa gas Retak, tumpahan minyak lampu dan oven terbalik menjadikan bahan bakar yang di sebut dengan neraka ganas. Dalam beberapa kasus, api bahkan didorong oleh pemilik rumah berharap untuk mengumpulkan pembayaran asuransi, sebagai kebijakan mereka menutupi mereka untuk kerusakan gempa kebakaran.

Tidak hanya memiliki garis gas pecah, tapi juga listrik air hancur di banyak tempat, dan salah satu korban gempa awal adalah kepala api sendiri. Tanpa pemimpin, dan dengan air yang terbatas untuk melawan berbagai blazes, paraawak api-tempur yang berantakan.
Saat kebakaran mulai di luar kendali 2.000 pasukan federal tiba di jalanan.Dengan bantuan mereka, api mulai menjalar ke seluruh blok. Tapi, menggunakan bahan peledak tidak berjalan sesuai rencana. Debu dari banyak ledakan memenuhi udara, mencekik paru-paru tentara dan petugas pemadam kebakaran dan dahan visi mereka. Puing-puing dari ledakan tertangkap di kayu dan memicu kebakaran baru ke dalam.

Jerome B. Clark melanjutkan:
“Kebakaran yang berkobar di segala penjuru, gedung perkantoran dan bisnis. Mereka memompa air dari teluk, tetapi api segera terlalu jauh dari depan air untuk melakukan upaya-upaya dalam arah ini memanfaatkan banyak. Listrik air ini telah rusak akibat gempa, sehingga tidak ada pasokan untuk pemadam kebakaran dan mereka tak berdaya.

Satu-satunya jalan keluar adalah dengan dinamit, dan aku melihat beberapa bangunan terbaik dan paling indah di kota, istana modern baru, ditiup untuk atom. Pertama, mereka meledakkan bangunan satu atau dua sekaligus. Menemukan sia-sia, mereka mengambil setengah blok, yang ada gunanya, kemudian mereka mengambil sebuah blok,. tetapi meskipun mereka semua berusaha api terus menyebar.”
Neraka mengamuk selama hampir empat hari, membakar lebih dari 28.000 struktur dan menghancurkan lebih dari tiga-perempat dari seluruh kota.Beberapa 490 blok kota dikurangi menjadi abu, dinding hangus kerangka dalam penampilan. Walikota mengeluarkan perintah tembak-untuk-membunuh bagi siapa saja ditemukan penjarahan, dan sekitar 500 penjarah malang ditembak mati oleh polisi dan pasukan militer.

Awalnya, kurang dari 400 kematian telah dilaporkan oleh pihak yang berwenang.Pejabat pemerintah menahan (dan jauh lebih tinggi) tokoh nyata dalam ketakutan bahwa korban tewas benar akan merugikan nilai properti dan menghambat upaya untuk membangun kembali kota itu pada pasca gempa bumi itu. Selain itu, ratusan kematian dan luka yang diderita oleh penduduk Chinatown pada dasarnya diabaikan dan tidak tercatat.

Hari ini, sosok 400 telah direvisi ke perkiraan sedikitnya 3.000. Jumlah tersebut terus berkembang sebagai penelitian baru datang membuahkan hasil. Beberapa 225,000 orang terluka. Ini adalah bencana alam berskala besar pertama akan didokumentasikan dengan fotografi dan rekaman film.
Kebanyakan kota telah menjadi massa dikenali bangunan semi-runtuh dan puing-puing hangus. Di tengah kekacauan itu, ribuan warga berpakaian lapis demi lapis pakaian terbaik mereka, mulai membuat cara mereka berjalan kaki ke ferryboats untuk mengevakuasi di San Francisco Bay ke Oakland atau ke kamp tenda yang tersebar di seluruh kota."

Sebelum terkena gempa, penduduk San Fransisco telah 410.000, kota terbesar kesembilan di AS. Dari jumlah ini, peristiwa bencana dari 1906 kiri antara 227.000 dan 300.000 orang kehilangan tempat tinggal. Tenda darurat dan permukiman tumbuh di pinggiran kota lebih aman. Banyak warga yang akan menempati tenda untuk tahun-tahun mendatang.

Sebagai berita tentang bencana tersebar di berbagai dunia usaha AS dan negara-negara lain menyumbangkan uang untuk membantu meringankanp enderitaan rakyat San Fransisco. Antara lain yang tak terhitung, London mengirimkan jumlah sebesar ratusan ribu dolar, Bank of Canada memberikan $25.000; Andrew Carnegie, bahwa industrialis Skotlandia-Amerika besar dan dermawan, memberikan sumbangan sebesar $ 100,000; John D. Rockefeller 's Standard Oil memberikan $ 100.000. Segera, sejumlah lebih dari $ 5.000.000 Disumbangkan.

Makanan dan obatan dilarikan ke kota, tetapi dengan seperti jumlah besar orang yang kehilangan segalanya ketentuan darurat, bisa ditebak, tidak cukup.'beban itu ditempatkan pada anggota kaya kota, yang enggan untuk membantu pembangunan kembali rumah mereka tidak bertanggung jawab. Semua warga yang berhak untuk makan sehari-hari dilayani dari sejumlah dapur sup komunal dan warga sejauh Idaho dan Utah dikenal untuk mengirim roti sehari-hari roti ke San Francisco sebagai bahan bantuan sebagai ko-ordinasi oleh rel kereta api.

Estimasi kerugian yang derita oleh gempa bumi sekisar $400,000,000.
Meskipun San Francisco membangun kembali relatif cepat, bencana pasti akan mengalihkan banyak perdagangan dan industri ke Los Angeles, yang'selama abad ke-20 akan menjadi kawasan perkotaan terbesar dan paling penting di Barat'.

Berkat upaya pembangunan kembali besar-besaran (dengan peraturan bangunan yang agak santai yang masih wabah kota hari ini) San Francisco bangkit dari abu sendiri sangat cepat sehingga di tahun 1915 hampir tidak ada bukti dari 'Guncangan Besar' untuk dilihat.
Image and video hosting by TinyPic

Minggu, 18 September 2011

Inilah Sosok Pemikul Tandu Jendral Sudirman Yang Dilupakan Sejarah

Anda mungkin tak akan lupa foto yang ada di buku sejarah. Kalau melihat gambar hitam putih ada orang ditandu, kita langsung berpikir. Jederal Sudirman.Kini tandu tersebut diabadikan di museum MuseumSatria Mandal

 Lalu bagaimana dengan nasib para pemikul tandunya? Berikut tulisan tentang nasib mereka yang saya ambil dari malangraya.web.id
Perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia memang takkan pernah dilupakan rakyat. Akan tetapi, tak banyak sosok pejuang yang bisa diingat rakyat. Djuwari (82 tahun), barangkali satu dari sekian banyak pejuang yang terlupakan. Kakek yang pernah memanggul tandu Panglima Besar Jenderal Soedirman itu, kini masih berkubang dalam kemiskinan.
Tepat pada peringatan proklamasi 17 Agustus, Malang Post berusaha menelusuri jejak pemanggul tandu sang Panglima Besar. Djuwari berdomisili di Dusun Goliman, Desa Parang Kecamatan Banyakan Kabupaten Kediri, kaki Gunung Wilis. Kampungnya merupakan titik start rute gerilya Panglima Besar Sudirman Kediri-Nganjuk sepanjang sekitar 35 km.
Dari Malang, dusun Goliman bisa ditempuh dalam waktu sekitar empat jam perjalanan darat. Kabupaten Kediri lebih dekat di tempuh lewat Kota Batu, melewati Kota Pare Kediri hingga menyusur Tugu Simpang Gumul ikon Kabupaten Kediri. Terus melaju ke jurusan barat, jalur ke Dusun Goliman tak terlalu sulit ditemukan.
Sejam melewati jalur mendaki di pegunungan Wilis, Malang Post pun tiba di pedusunan yang tengah diterpa kemarau. Rute Gerilya Panglima Besar Jenderal Soedirman memang sangat jauh dari keramaian kota. Titik start gerilya berada di kampung yang dikepung bukit-bukit tinggi dan tebing andesit.
“Inggih leres, kulo Djuwari, sampeyan saking pundi?” kata seorang kakek yang tengah duduk sambil memegang tongkat di sudut rumah warga Dusun Goliman.
Melihat sosok Djuwari tak nampak kegagahan pemuda berumur 21 tahun, yang 61 tahun lalu memanggul Panglima Besar. Namun dipandang lebih dekat, baru tampak sisa-sisa kepahlawanan pemuda Djuwari. Sorot mata kakek 13 cucu itu masih menyala, menunjukkan semangat perjuangan periode awal kemerdekaan.
Sang pemanggul tandu Panglima Besar itu mengenakan baju putih teramat lusuh yang tidak dikancingkan. Sehingga angin pegunungan serta mata manusia bebas memandang perut keriputnya yang memang kurus. Sedangkan celana pendek yang dipakai juga tak kalah lusuh dibanding baju atasan.
Rumah-rumah di Dusun Goliman termasuk area kediaman Djuwari tak begitu jauh dari kehidupan miskin. Beberapa rumah masih berdinding anyaman bambu, jika ada yang bertembok pastilah belum dipermak semen. Sama halnya dengan kediaman Djuwari yang amat sederhana dan belum dilengkapi lantai.
“Sing penting wes tau manggul Jenderal, Pak Dirman. Aku manggul teko Goliman menyang Bajulan, iku mlebu Nganjuk,” ujar suami almarhum Saminah itu ketika ditanya balas jasa perjuangannya.
Dia bercerita, memanggul tandu Pak Dirman (panggilannya kepada sang Jenderal) adalah kebanggaan luar biasa. Kakek yang memiliki tiga cicit itu mengaku memanggul tandu jenderal merupakan pengabdian. Semua itu dilakukan dengan rasa ikhlas tanpa berharap imbalan apapun.
Sepanjang hidupnya menjadi eks pemanggul tandu Soedirman, keluarga Djuwari beberapa kali didatangi cucu Panglima Besar. Pernah suatu kali diberi uang Rp 500 ribu, setelah itu belum ada yang datang membantu. Pemerintahan yang cukup baik kepadanya adalah pada zaman Soeharto, sesekali dia digelontor bantuan beras.
“Biyen manggule tandu yo gantian le, kiro-kiro onok wong pitu, sing melu manggul teko Goliman yaiku Warso Dauri (kakak kandungnya), Martoredjo (kakak kandung lain ibu) karo Djoyo dari (warga Goliman),” akunya.
Perjalanan mengantar gerilya Jenderal Soedirman seingatnya dimulai pukul 8 pagi, dengan dikawal banyak pria berseragam. Rute yang ditempuh teramat berat karena melewati medan berbukit-bukit dan hutan yang amat lebat. Seringkali perjalanan berhenti untuk beristirahat sekaligus memakan perbekalan yang dibawa.
“Teko Bajulan (Nganjuk), aku karo sing podho mikul terus mbalik nang Goliman. Wektu iku diparingi sewek (jarit) karo sarung,” imbuhnya.
Ayah dari empat putra dan empat putri itu menambahkan, waktu itu, istrinya (sudah dipanggil Tuhan setahun lalu) amat senang menerima sewek pemberian sang Jenderal. Saking seringnya dipakai, sewek itupun akhirnya rusak, sehingga kini Djuwari hanya tinggal mewariskan cerita kisahnya mengikuti gerilya.
“Pak Dirman pesen, urip kuwi kudu seng rukun, karo tonggo teparo, sak desa kudu rukun kabeh,” katanya.
Dari empat warga Dusun Goliman yang pernah memanggul tandu Panglima Besar, hanya Djuwari seorang yang masih hidup. Putra Kastawi dan Kainem itu masih memiliki kisah dan semangat masa-masa perang kemerdekaan. Ketika ditanya soal periode kepemimpinan Presiden Soekarno hingga SBY, Djuwari dengan tegas mengatakan TIDAK ADA BEDANYA.
Image and video hosting by TinyPic